Saudaraku...

Gempa adalah peristiwa bergetarnya bumi karena pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba.

Benar, definisi itu yang diajarkan di buku-buku sekolah kita. Bergetar dan pelepasan. Dua kata yang menggambarkan seolah peristiwa itu terjadi dari sesuatu yang tidak hidup, tidak punya nyawa, mati. Hanya lempeng yang bergeser, hanya energi yang lepas. Selesai.

Tapi benarkah gunung, air, pohon, dan bumi yang tidak bergerak itu tidak bernyawa?

Dalam bahasa ilmu pengetahuan saat ini, iya benar. Mereka disebut benda mati.

Tapi bagaimana Islam memandangnya? Islam memandang alam ini dengan cara yang jauh lebih hidup, jauh lebih dalam, dan jauh lebih menyentuh.

Mari kita bandingkan kata ilmu pengetahuan dan kata ayat. Bukan untuk bertentangan, tapi untuk melengkapi. Agar hati kita bergetar sebelum bumi bergetar.

Kata Ilmu Pengetahuan berkata: Gempa adalah fenomena alam. Ada lempeng tektonik Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik yang saling bertabrakan di bawah negeri kita. Energi menumpuk, lalu lepas. Itu mekanisme alam, kebetulan geologis. Tidak ada yang marah, tidak ada yang menegur. Alam itu netral.

Kata Ayat berkata: Tidak ada yang kebetulan di alam ini. Alam ini hidup, ia bertasbih, ia patuh, ia bahkan bisa marah karena kelakuan manusia yang sudah jauh dari ajaran Allah.

Allah berfirman:

"تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ"

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." QS. Al-Isra: 44

Saudaraku, bayangkan. Menurut ilmu, batu itu mati. Menurut ayat, batu itu sedang bertasbih. Kita saja yg tdk mendengar.

Gunung yang kita anggap diam, ternyata ia takut pada Allah.

"لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ"

"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah." QS. Al-Hasyr: 21

Gunung saja bisa khusyuk & takut, lalu mengapa hati manusia yg punya Al-Qur'an justru keras?

Lalu mengapa gempa terjadi? Ilmu menjawab: karena pelepasan energi.

Ayat menjawab lebih dalam: karena Allah ingin mengguncang hati yang sudah lama tertidur.

Kata Ilmu berkata: Gempa terjadi karena pergeseran lempeng.

Kata Ayat berkata: Gempa terjadi karena sudah terlalu banyak dosa yang dilakukan di atas lempeng itu, dan Allah ingin agar manusia kembali.

Allah berfirman dengan sangat jelas:

"ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ"

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar." QS. Ar-Rum: 41

Perhatikan ujung ayatnya: لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ - Agar mereka kembali.

Jadi gempa bukan untuk menghancurkan, tapi untuk mengembalikan. Bukan Allah benci, tapi Allah rindu. Rindu agar kita pulang.

Bahkan bumi yang kita injak ini, ia akan bersaksi. Ia bukan benda mati yang diam.

"يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا، بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا"

"Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan yang demikian kepadanya." QS. Az-Zalzalah: 4-5

Imam Mujahid menjelaskan: Bumi akan berkata, "Fulan berbuat dosa ini dan itu di atas punggungku pada hari ini dan itu." Bumi merekam.

Jika ilmu pengetahuan berkata gempa adalah pelepasan energi dari perut bumi, maka Al-Qur'an berkata gempa adalah pelepasan pesan dari Rabb-nya bumi.

Rasulullah ﷺ pun mengingatkan, di akhir zaman gempa akan menjadi sering, bukan karena lempengnya semakin rapuh, tapi karena iman manusia yang semakin rapuh.

"لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ"

"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ilmu diangkat, dan banyak terjadi gempa bumi." HR. Bukhari 1036

Saudaraku...

Jadi ketika bumi bergetar, jangan hanya sibuk menyelamatkan kaca dan bangunan.

Selamatkan hatimu, selamatkan imanmu. Istghfar dan muhasabah.

Karena yg bergetar itu bukan hanya tanah di bawah kakimu, tapi itu peringatan dari Allah yang menggenggam hidup dan matimu.

Ilmu pengetahuan menyuruhmu mencari tempat yang aman dan kokoh saat gempa.

Ayat menyuruhmu mencari Dzat Yang Maha Aman saat gempa, yaitu Allah.

Maka jika hari ini kita masih diberi waktu, bumi masih tenang, itu bukan karena kita hebat membangun tahan gempa. Tapi karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertaubat sebelum guncangan yang sesungguhnya datang.

"أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ"

"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?" QS. Al-Mulk: 16

Ya Allah, jangan guncang bumi kami karena dosa-dosa kami. Guncanglah hati kami agar lembut kembali kepada-Mu.