Saat ini, lebih dari 3 juta jiwa rakyat Indonesia berprofesi sebagai nelayan. Mereka menjadi nelayan yang mencoba mendapatkan hasil buruan di Indonesia yang lebih dari 75% luas wilayahnya merupakan wilayah perairan. Sayangnya, tren menunjukkan bahwa kondisi nelayan Indonesia cukup miris. Hal ini dikarenakan menurut data Kementrian Kelautan dan Perikanan, nelayan Indonesia justru semakin miskin alih-alih sejahtera.
LAZNAS Ikadi melihat kondisi yang terjadi terhadap nelayan sebagai sebuah masalah yang perlu diselesaikan. Kondisi di mana nelayan kecil yang sulit bersaing karena kalah teknologi, kalah modal, dan kalah pengetahuan perlu ada intervensi untuk dapat membawa nelayan pada titik sejahtera. Sehingga LAZNAS Ikadi menyiapkan beberapa program untuk nelayan yang bertujuan untuk membantu nelayan untuk dapat lebih berdaya. Program Bantuan Makan Sehat dan Program Bantuan Jaring Ikan merupakan dua program intervensi awal bagi nelayan. Program ini diharapkan bisa memberikan hasil instan di awal sebelum memasuki intervensi melalui program-program lainnya. Bantuan Makan Sehat merupakan bantuan bahan pangan kepada nelayan untuk memastikan gizi nelayan terpenuhi. Harapannya, dengan terpenuhinya gizi, kinerja nelayan dapat lebih maksimal dan menghasilkan tangkapan yang lebih maksimal. Begitu pula dengan Program Bantuan Jaring Ikan. Bantuan ini untuk memastikan bahwa alat yang digunakan oleh nelayan merupakan alat yang layak untuk mendapat tangkapan yang lebih maksimal.
Selanjutnya terdapat Program Bantuan Olah Hasil Ikan. Program ini bertujuan untuk dapat menaikkan nilai ekonomi terhadap tangkapan yang diperoleh nelayan. Melalui program ini, diharapkan nelayan dapat mendapatkan harga tangkapan yang lebih baik dengan intervensi sesedikit mungkin terhadap tangkapan.
Program Panduan Tanam Tumbuhan Laut dan Program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya merupakan program edukasi dan pemberdayaan bagi para nelayan. Melalui penanaman tumbuhan laut, diharapkan nelayan dapat mendapatkan sumber-sumber penghasilan di luar proses menangkap ikan. Harapannya hal ini dapat diaplikasikan oleh nelayan untuk dapat menunjang kesejahteraannya. Sedangkan program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya adalah program untuk meningkatkan kapasitas nelayan itu sendiri. Bentuknya sendiri adalah pertemuan tiap bulan untuk mendapatkan informasi terbaru berkenaan dunia nelayan, metode terbaru dalam menangkap ikan, teknologi terbaru, dan motivasi. Harapannya, nelayan melalui program ini dapat mengetahui dan menerapkan inovasi-inovasi dunia kelautan yang disesuaikan dengan kondisi sosial geografisnya.






