Layanan Dermawan :

Artikel Petani Indonesia

Indonesia sebagai Negara agraris tentu sector pertanian merupakan sector utama dalam ekonomi di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui data BPS yang menyatakan bahwa saat ini 40,67 juta orang Indonesia berprofesi sebagai petani. Perhatian kepada petani pun menjadi sesuatu yang harus dilakukan untuk memastikan keberlangsungannya.
LAZNAS Ikadi melihat bahwa program-program yang memberi dukungan kepada petani adalah sesuatu yang sangat penting. 47,3% rumah tangga miskin di Indonesia, merupakan rumah tangga yang dikepalai oleh seorang petani. Sehingga perlu ada intervensi dari LAZNAS Ikadi yang bertujuan untuk memastikan bahwa ada jaring pengaman bagi petani dalam bekerja sehingga menghadirkan rasa aman serta mampu melepaskan mereka dari kemiskinan.
Terdapat lima program utama LAZNAS Ikadi dalam mendukung aktivitas petani. Pertama adalah Program Bantuan Gagal Panen. Gagal panen bukanlah suatu hal yang asing bagi petani. Kondisi iklim, hama, dan factor-faktor lain dapat menjadi penyebab dari gagal panen itu sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan petani menjadi semakin miskin karena tidak maksimalnya hasil panen terhadap biaya awal yang dikeluarkan. LAZNAS Ikadi hadir untuk memberikan keamanan kepada petani dalam kaitannya potensi gagal panen. Melalui Program Bantuan Gagal Panen, LAZNAS Ikadi akan memberikan intervensi-intervensi yang diperlukan bagi petani. Selain dana yang diberikan, tentu petani akan mendapatkan bantuan berupa program-program lain yang diperuntukkan bagi petani
Kedua adalah Program Bantuan Bibit Bahagia. Program ini dimaksudkan bagi petani untuk meningkatkan kualitas bibit yang ditanam. Harapannya, dengan bantuan bibit yang unggul dapat meningkatkan kualitas panen petani dan harga jual pasca panen yang lebih tinggi. Bantuan ini sendiri diberikan dengan memberikan bibit unggul kepada petani penerima manfaat dengan harga murah atau bahkan gratis.
Ketiga adalah Program Bantuan Pupuk Hebat. Merupakan program pemberian pupuk organik kepada petani untuk memaksimalkan hasil panen petani. Pupuk organik sendiri dipilih untuk memastikan bahwa kualitas tanah tidak menurun karena produk-produk kimiawi sekaligus proses menjaga iklim. Bantuan ini diberikan kepada petani dengan harga murah atau gratis. Ketiga program di atas merupakan program utama yang bisa langsung dinikmati hasilnya oleh petani. Meski demikian, terdapat dua program tambahan lagi untuk dapat memaksimalkan potensi petani-petani penerima manfaat dimana kedua program tambahan ini bersifat edukatif dan pendampingan.
Program Panduan Pasar Hasil Panen dan Program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya merupakan dua program edukasi dan pendampingan bagi petani. Program Panduan Pasar Hasil Panen merupakan program untuk memberikan edukasi kepada petani berkenaan dengan pemilihan bibit, pemasaran, dan alternatif-alternatif lain yang bisa digunakan dalam memaksimalkan potensi finansial dari hasil panen yang ada. Sedangkan program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya adalah program untuk meningkatkan kapasitas petani itu sendiri. Bentuknya sendiri adalah pertemuan tiap bulan untuk mendapatkan informasi terbaru berkenaan dunia pertanian, metode terbaru dalam pertanian, dan motivasi. Harapannya, petani melalui program ini dapat mengetahui dan menerapkan inovasi-inovasi dunia pertanian yang disesuaikan dengan kondisi sosial geografisnya.

Share :

Tags :