Data BPS terbaru menunjukkan bahwa terdapat defisit produksi daging sapi di Indonesia. 496 ribu ton pada tahun 2024 tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan daging sapi yang mencapai 759 ribu ton. Defisit ini memicu impor yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal, apabila kebutuhan daging sapi dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan di masyarakat khususnya bagi peternak.
Jumlah peternak di Indonesia sendiri sebanya 12 juta peternak. Namun, mayoritas dari peternak ini merupakan peternak dengan usaha kecil rumahan. Tidak sampai 200 peternakan yang merupakan perusahan besar dan kecil yang paling banyak jumlahnya hanya 6000 peternak saja. Sehingga, potensi pengembangan dunia ternak terbuka lebar untuk dapat membantu mensejahterakan masyarakat. Pendampingan peternak dengan usaha kecil rumahan merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk dapat menutup defisit kebutuhan daging demi meningkatkan ketahanan pangan Indonesia yang saat ini masih berada pada peringkat 69 dari 113 negara dengan skor 60,2.
Berangkat dari data di atas, LAZNAS Ikadi mempersiapkan program untuk dapat menyasar peternak. Melalui program ini, diharapkan peternak dapat mengembangkan peternakannya yang berbanding lurus pada peningkatan jumlah produksi daging dan dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan peternak.
Program ini sendiri terdiri dari 5 sub-program yang saling terikat satu dengan yang lain. Pertama adalah Program Bantuan Makan Sehat. Program ini merupakan program awal untuk peternak-peternak yang secara ekonomi masih berada di bawah kemiskinan. Tujuannya untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi keluarga peternak terpenuhi di awal. Sekitar 15% dana program peternak akan dialokasikan pada sub program ini.
Selanjutnya adalah Program Bantuan Bibit Ternak Unggul dan Program Bantuan Kandang Sehat. Kedua program ini diberikan untuk memastikan bahwa ternak yang dihasilkan, memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Melalui pembibitan yang unggul dan kandang yang mendukung proses peningkatan kualitas ternak, diharapkan bahwa peternak dapat meningkatkan kekuatan finansialnya melalui peningkatan harga ternak. Sub program ini sendiri menggunakan 50% dana yang terkumpul.
Terakhir, dana 35% dialokasikan pada Program Panduan Olah Pakan dan Program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya. Kedua program ini berfokus pada peningkatan kapasitas peternak. Program Panduan Olah Pakan bertujuan untuk edukasi kepada peternak untuk menekan biaya pakan dengan kualitas yang lebih baik melalui perkembangan teknologi dan inovasi yang ada. Sedangkan Program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya adalah Program adalah program pertemuan tiap bulan untuk mendapatkan informasi terbaru berkenaan dunia peternakan, metode terbaru dalam peternakan, dan motivasi. Harapannya, peternak melalui program ini dapat mengetahui dan menerapkan inovasi-inovasi dunia peternakan yang disesuaikan dengan kondisi sosial geografisnya.






