UMKM
Terbatasnya lapangan pekerjaan formal di Indonesia dengan dibandingkan dengan jumlah penduduknya menyebabkan banyak rakyat Indonesia beralih untuk berwirausaha. Hal ini diperparah dengan tingginya angka PHK. Pada Januari-Juli 2025 saja terdapat lebih dari 42 ribu pekerja yang mengalami PHK.
Mendirikan UMKM pun makin menjamur akibat dari faktor-faktor di atas. Kebutuhan atas terpenuhinya kebutuhan pokok menjadi salah satu alasan utama orang untuk menjadi wirausaha. Data menunjukkan peningkatan jumlah UMKM hingga mencapai 65 juta unit usaha. Padahal idealnya, jumlah UMKM seharusnya berkurang tiap tahun. Hal ini dikarenakan seharusnya UMKM naik kelas menjadi dari usaha mikro menjadi kecil, menengah, bahkan besar.
Bertambahnya jumlah unit UMKM dapat dilihat sebagai dampak dari tingginya angka PHK. Berwirausaha pun menjadi pintu darurat yang bisa diambil untuk menyambung hidup. Sayangnya, UMKM yang dibangun karena keterpaksaan ini menjadikan ia menjadi usaha yang rentan. Sehingga perlu ada pendampingan bagi UMKM sehingga bisa naik kelas.
LAZNAS Ikadi merasa perlu memberikan intervensi terhadap kondisi di atas. Program UMKM ini dibuat untuk dapat mendorong UMKM untuk naik kelas bagi pelaku UMKM. Pertama LAZNAS Ikadi hadir dengan Program Bantuan Makan Sehat bagi pelaku UMKM. Program ini direncanakan mengalokasi dengan 25% dana program. Program awal ini dibuat untuk memastikan bahwa keluarga pelaku UMKM telah mendapatkan kebutuhan pangan dasar. Terpenuhinya kebutuhan pangan dasar menjadi hal penting untuk penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya dengan lebih maksimal.
Selanjutnya terdapat Program Bantuan Modal Mandiri. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan modal kepada UMKM untuk percepatan naik kelas UMKM. Sehingga bantuan modal digunakan sebagai dana tambahan pendukung terhadap analisa yang telah dilakukan untuk dapat meningkatkan angka penjualan di UMKM tersebut. Baik dengan menambah alat produksi, pemasaran, teknologi, atau hal lain yang sekiranya mampu mengakselerasi peningkatan UMKM tersebut. Program ini dianggarkan mencapai 60% total dana yang ada.
Terakhir terdapat Program Bantuan Pelatihan Racikan Cemilan Sehat, Program Panduan Berdagang Resik dan Sehat, dan Program Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya. Ketiga program ini merupakan program edukasi dan pendampingan untuk dapat meningkatkan kualitas dari UMKM itu sendiri. Anggaran yang mencapai 35% untuk program ini dimaksudkan untuk mengadakan pelatihan-pelatihan rutin kepada UMKM terbina. Pembinaan berkenaan dengan motivasi, manajemen keuangan, kebersihan, inovasi dan lain-lain yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan pendapatan dari UMKM itu sendiri. Harapannya, melalui pendampingan yang tepat, UMKM dapat segera naik kelas hingga menjadi usaha dengan skala yang besar.
..
Program UMKM ini dibuat untuk dapat mendorong UMKM untuk naik kelas bagi pelaku UMKM
…
WhatsApp us